Surat Cinta Anak Kecil

Aku sayang anak kecil itu, cantik, manis senyumnya selalu menghiasi indah wajahnya. Santun tuturnya, membuat nyaman siapapun yang bercengkrama dengannya. Lincah gayanya, membuat semua mata tertuju padanya.

Anak kecil itu punya seribu kejutan. Siapa sangka dengan tubuh mungilnya, ia mampu mendaki gunung yang tinggi, beradu fisik memperebutkan bola rugby, dan segudang aktifitas yang kini membentuk kemapanan jati diri.
Anak kecil itu sangat percaya kekuatan mimpi. Ketekunannya dalam berkarya karna yakin mimpinya pasti akan menjadi prestasi nyata. pengurus organisasi kesiswaan semasa pendidikan menengahnya. Kuliahnya? jangan tanya, ia peraih beasiswa ke negri dimana ia menaruh mimpinya.
Ternyata,
Anak kecil itu yang menyadarkanku arti sayang. Bukan sayang sayang kacangan karna sebatas butuh pasangan, Tapi sayangnya padaku yang tidak keluar dari kata katanya sehari hari, tapi ekspresi gesturnya yang mencerminkan isi hati. teringat ketika kami hendak berpisah, entah kapan Allah mempertemukan kami kembali, ia memelukku erat, erat sekali hingga tak sadar air matanya mengalir deras, seakan tak akan bertemu hingga akhir nafas. Wajah manis itu memerah dan basah. Menyadarkanku akan penyesalan bahwa aku terlambat, terlambat mengungkapkan rasa sayangku kepadanya, terlambat menjadi panutan yang baik untuknya, terlambat menjadi penjaga, tempat bertanya, tempat bercerita dan semua penyesalan yang tidak akan lunas dibayar dengan satu pelukan.
Anak kecil itu kini terpisah ribuan kilometer denganku, kami bersama sama berpacu menuntut ilmu. tapi aku percaya, jarak itu cukup hanya memisahkan fisik kita, bukan ikatan cinta. Rasa sayang itu kini diekspresikan dengan bermacam cara. Sekedar sapaan hangat hingga doa kepada sang Pemberi rahmat.
Anak kecil itu, hari ini bertambah satu angka umurnya. 20 tahun, tak terasa. Sudah bukan anak kecil lagi namanya, ia sudah beranjak dewasa. Sangat pantas menyebutnya dewasa dengan kepribadian mantapnya kini.
Hey kamu anak kecil yang sudah menjadi dewasa, hidupmu kini sepenuhnya ada di genggamanmu. Kamu yang menentukan arah pijakan, jangan pernah goyah karna lingkungan. Selalu dekat dengan Allah mu, tempat darimana kamu berasal dan kemana kamu akan kembali, maka Ia lah tempat terpantas untuk kamu meminta, bersandar, berharap da berkeluh kesah. Menjadi sholehah, adalah doaku yang tak lepas untukmu. Sayangi orang tuamu, jaga perasaannya, selalu hormati dan banggakan mereka, hanya dengan ridha nya kita bisa sukses dunia akhirat.
Terakhir, jaga dirimu baik baik. Diluar sana banyak sekali godaan yang melenakan, mengasyikkan, tapi menjerumuskan. Ingat, kamu seorang wanita. Kamu tahu bagaimana menjaga kemuliaanmu, bagaimana kamu membatasi hati, bersikap dan memiliki prinsip yang kuat. Ingat, jaga dirimu.

Sekali lagi selamat ya dek,

Untuk Putri Zafira Ayu

Berlin, Pergantian hari 21.02.2014 | Satria Wannamba Putra
Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s