Dayung Persiapan

Mempersiapkanmu, seperti mendayung hingga ujung laut. Sangat jauh, bahkan tak sampai mata ini menggapai dimana letak ujungnya.

Mempersiapkanmu, butuh waktu dan tenaga yang tak sedikit. butuh berkali lipat mendayung, melewati karang, menerjang ombak, hingga aku lupa letihnya mendayung.

Mempersiapkanmu, bukan proses hingga merasa siap. Karna mempersiapkanmu akan selalu ada yang kurang, selalu merasa belum, selalu butuh dayungan dayungan yang lebih keras.

Tapi aku selalu percaya, bahwa di bagian lautan yang lain, engkau juga sedang mendayung mempersiapkanku. Mendayung melewati karangmu sendiri, menerjang ombakmu sendiri, namun ujung laut yang sama.

Sebegitu yakin nya aku akan dayunganmu, karna mempersiapkanmu sejatinya hanya mendayung hingga datang saatnya, Tuhan mempertemukan dayunganku dengan dayunganmu. kemudian kita bersama meneruskan dayungan -yang aku yakin akan terasa lebih mudah- hingga mencapai ujung laut kita.

Itu nanti. Kini, aku dan kamu hanya bisa saling mempersiapkan. Karna tanpa persiapan, dayungku tak akan bertemu dayungmu. Jadi, mari mendayung! 🙂

Berlin, 27 Agustus 2015 | Satria Wannamba Putra

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s