Surat Untuk Sesama Perantau

Hari ini, pas 5 tahun yang lalu. Kita pernah melewati satu momen bersama menjejakkan kaki ditempat yang benar benar baru. Kita yang tidak pernah saling kenal sebelumnya, dipertemukan atas satu tujuan yang sama, sama sama berambisi merubah masa muda kita tidak seperti anak muda seumuran kita. Merantau ke salah satu negri acuan teknologi dan pendidikan. Jerman.

Hari itu, isak tangis haru keluarga, saudara, dan teman teman yang mengiringi kepergian kita di bandara mengisyaratkan satu pesan yang hampir serupa. Baik baiklah hidup di tempat yang baru, teruslah berpegang pada cita cita walau dengan tantangan yang jauh lebih berat dari yang terkira.

Satu hari setelahnya, rasa excited kita yang menggebu mengalahkan dinginnya berlin saat kita pertama menginjakkan kaki dibandara. Senyum sumringah kita melihat suasana kota berlin yang tak pernah kita lihat sebelumnya, melemparkan potret potret bagaimana kita akan menghabiskan hidup kita setelahnya di negri ini.

Lalu kemudian datang hari hari berat yang kita alami. Hidup di rantau ternyata tak semulus yang pernah kita dengar dulu di sarinah. Perlahan lahan datang ujian kehidupan, berbeda beda, bergantian. Dari mulai perampokan di salah satu kamar kita, hasil tes masuk Studienkolleg (sekolah persiapan kuliah) yang tak kunjung memberi jawaban „diterima“, kandas di salah satu mata kuliah, bahkan harus berpindah jurusan atau kampus. Cobaan itu silih berganti datang ke tiap tiap diantara kita, waktu datangnya bergantian, tak pernah benar benar sama antar kita. Ada yang berhasil sanggup melewatinya, ada yang dipaksa harus mengganti strategi hidupnya dengan kembali pulang ke tanah air.

Hari ini, usaha usaha itu perlahan mulai menunjukkan cahayanya. Ada yang sudah mengantongi gelar, ada yang sibuk menyiapkan skripsi, meskipun masih ada juga yang masih berjuang diatas bangku bangku kuliah mengejar tanggung jawab yang dulu pernah kita ikrarkan. Lagi, jalannya berbeda beda, juga berat rintangannya.

Satu yang sama, doaku hari ini terkhusus untuk kalian dimanapun kalian berdiri di jalan juang yang kalian tempuh masing masing. Semoga kebaikan selalu mengiringi kita. Semoga berat rintangan yang kita tempuh, tidak akan mengendurkan semangat kita. Semoga kesuksesan yang akan dan telah kita capai, tidak akan menyombongkan rasa bangga kita. Dan semoga, kegagalan yang pernah dan akan kita alami, tidak akan menjatuhkan misi hidup kita. Karna atas semua yang pernah kita alami 5 tahun belakangan ini membuat kita hari ini menjadi pribadi yang baru. Pribadi pribadi yang jauh lebih dewasa dalam memilih, pribadi yang jauh lebih yakin dalam memutuskan. Pribadi yang pasti lebih istimewa dari teman sebaya kita.

Baik baik selalu, tetap saling ingat mengingatkan dan doa mendoakan.

Berlin, 18 Januari 2015

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s