MENCARI ARAH

 

@derPras

“Karna dalam berlari, tujuan itu akan kau capai hanya jika engkau melangkah”

1 minute ago, 2 likes

Disimpan lagi smartphone didalam saku jaket parasutnya setelah memposting foto simetris jalan lurus yang diiringi pohon pohon yang tertutup salju dan mungilnya Brandenburger Tor1 tepat diujung jalan.  Ia kembali melangkahkan kakinya, perlahan lahan lalu semakin cepat laju larinya hingga tegaknya pilar pilar Brandenburger Tor perlahan hilang dari penglihatan.

Berlari, inilah hobi baru Pras semenjak merantau ke Ibukota Jerman persis 2 tahun lalu. Entah mengapa, sejak pertama kali ia bertekad untuk berlari saat itu ia langsung jatuh cinta. Jatuh cinta dengan atmosfer ketika ia menderapkan kaki ditengah rindang pohon yang berbaris rapih di jantung kota, jatuh cinta dengan suara gemericik air beradu dengan saut-sautan angsa saat ia menyusuri tepi sungai yang panjang dan merona beningnya, jatuh cinta dengan harumnya roti yang sedang dipanggang hampir matang dibumbui dengan manisnya senyum para sesepuh yang sedang asyik minum kopi di toko roti persis dibawah Wohnung2 nya ketika ia hendak berangkat berlari di pagi hari.

Baginya, saat berlari hilanglah keluh matanya setelah sekian puluh jam memandang kaku layar komputer. Setiap kali nafasnya tersengal sengal karena letih, justru mereduksi penat beban pikirannya di tengah sibuknya aktifitas di dalam dan luar kampus. Itulah kelebihan pras, ia mampu dengan baik mengorganisir padatnya tugas kuliah dan berbagai kegiatan di beberapa perhimpunan yang ia ikuti, bahkan ia dapat menyempatkan berlari di setiap minggunya.

Seperti siang itu, Pras bergegas keluar ruangan kelas kampusnya, setelah selesai memimpin rapat evaluasi akhir tahun Persatuan Mahasiswa Indonesia.

„Broo buru buru amat, mau kemana si?“ Tanya Adi, sahabat pras, merangkap wakilnya di Persatuan Mahasiswa Indonesia, merangkap tetangganya beda lantai satu gedung di asrama mahasiswa, merangkap tukang ngabisin cemilannya di kulkas, merangkap konsultan cintanya tanpa ia minta.

“Balik gw, abis itu lanjut lari. Belom sempet lari nih gw hari ini” jawab Pras

“ikut dong gw, warte3 ” balas Adi sambil loncat beranjak dari kursi lalu memakai jaket tebalnya.

“Eh seriusan nih? Tumben lo ikutan lari dingin gini?”

“siapa bilang ikutan lari. Gw ikutan balik, trus mampir kamar lo. Laper gw” sahut Adi seloroh.

Mereka berdua segera berlari menuju halte. Karena jika sesuai jadwal, bus menuju rumahnya akan tiba 3 menit  lagi.

“Gimana si Laudya menurut lo?” Tanya Adi persis sebelum suapan nasi goreng ikan asin buatan Pras sisa semalam memenuhi rongga mulut Adi.

“Gimana apanya? Bagus kok menurut gw, tadi laporan hasil kerjanya juga rapih” jawab Pras sambil sibuk memakai jaket parasutnya.

“Bukaan itu broo. Ga ngeh apa sepanjang rapat doi mantengin lo mulu?” balas Adi sambil menyendok suapan kedua.

“Masa si?? Tapi ya wajarlah, kan gw didepan posisinya mimpin rapat. Ya diliat orang oranglah” sanggah Pras.

“Bro, gw ngerti kali tipe tipe pandangan wanita tuh kayak gimana. Apalagi mata cewe cewe ke lo, dari mulai yang curi curi pandang, berusaha caper, sampe genit genit ke lo gw tau bro. Tapi Laudya tuh beda Pras yg gw liat, dia ga banyak gaya, cukup straight forward juga orangnya. Jadi menurut analisa gw sih, pas sama lo. Bayangin, apalagi coba kurangnya, wajahnya cantik paduan jawa jerman, senyumnya manis menghangatkan kayak makan lapis legit sambil minum glühwein4, rambutnya, beeeh kecoklatan terurai indah setengah tanggung bikin gemes. Gimana? Mau lah sama yang ini” cerocos Adi menghentikan sementara setengah isi piringnya. Pertanda serius.

“Di, kan gw udah bilang berkali kali sama lo. Gw ga nyari yang buat pacaran seneng seneng doang. Kan lu tau kultur jermannya doi, pasti maunya nyobain pacaran dulu sekian tahun. Trus kalo gasuka di lepeh5, kalo hepi hepi baru lanjut. Gw mana bisa perasaan dibuat mainan kayak gitu. Udah ah, gw lari dulu. Itu kunci Wohnung lo bawa aja, ntar gw bel Wohnung lo“ sahut Pras sambil mengikat tali sepatu larinya.

„Kasih tau gw lah gimana caranya, gatau juga kan lo? Lo gamau kan beli kucing dalam karung. Lo harus konkret Pras masalah cinta cinta an ini. Lo ngatur kuliah sama mimpin organisasi jago, kenapa yang ini ga ada solusinya? Dibikin simpel ajalah, ibarat lo lari nih, udah jelas Ziel 6  nya kemana, lo harus tau juga jalannya lewat mana biar sampe kesana. Ini lo Cuma bisa bikin tujuannya hubungan yang serius tapi gatau gimana caranya. Udahlah satu satunya ya dicoba dulu pacaran Pras“ sanggah Adi, tapi hanya berbalas suara pintu tertutup sedikit terbanting.

Pras berlari dengan lintasan lintasan pikiran di kepalanya. Ia sebenarnya tidak menafikkan Adi bahwa ia pun sebenarnya belum menemukan jawaban tentang masalah percintaannya itu. Tapi ia juga terlalu miris dengan teman temannya yang tergerus dengan budaya barat itu, menurutnya tidak sepatutnya hubungan yang baik itu terjalin berawal dari coba coba, apalagi sudah sampai tinggal satu atap. Batinnya selalu berdesir sedih. Ia terus berlari hingga tak terasa sudah melewati gerbang megah pada jamannya yang memisahkan Berlin barat dan timur, Brandenburger Tor

VW Bibliothek, perpustakaan 4 lantai berdiri tegak berdampingan persis dengan gedung universitas TU Berlin malam itu tetap terlihat ramai. Mahasiswa dan mahasiswi hilir mudik dari pintu utama gedung tersebut. Tak hanya mahasiswa asal Jerman, tapi juga mahasiswa dari mancanegara memenuhi gedung perpustakaan. Salah satunya seorang gadis berhijab rapih sedang duduk manis merehatkan badannya di sudut kafe dalam gedung tersebut. Ia mengistirahatkan otaknya sambil membuka handphonenya setelah penat 5 jam lamanya berkutat dengan buku buku.

@derPras

“Karna dalam berlari, tujuan itu akan kau capai hanya jika engkau melangkah”

2 hours ago, 245 likes

Jarinya berhenti setelah scrolling beragam foto. Matanya berulang kali membaca caption nya hingga tak terasa ia menyimpulkan senyum manis yang membuat parasnya sangat teduh dan mendamaikan. Ia mengetuk layar kaca handphone dengan ibujarinya.

2 hours ago, 246 likes

 

 

1 Brandenburger Tor: Monumen yang menjadi ciri khas kota Berlin, Jerman. Sebelumnya adalah gerbang pemisah antara Jerman barat dan Jerman timur

 2 Wohnung: Apartament (Bahasa Jerman)

3 warte: tunggu (Bahasa Jerman)

4 glühwein: minuman beralkohol yang  biasa ditemukan dimusim dingin yang berguna menghangatkan

5 lepeh: membuang makanan yang sudah sedang dimakan (Bahasa Jawa)

6  Ziel: tujuan (Bahasa Jerman)

—————————————————————————————————————————————————-

Berlin, 18.12.2016

#Menalifiksi adalah sebuah antologi cerita pendek karya anggota Forum Lingkar Pena Jerman. Ini adalah cerita pertama atau yang kami sebut simpul pertama.

#Menalifiksi FLP Jerman simpul pertama

  1. Mencari arah – Satria Wannamba Putra
Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s